Sampaikan Walau Hanya Satu Ayat

IPMSUROBOYO.OR.ID – Pada hari Ahad, (19/6/2022) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Surabaya menyelenggarakan Kelas Menulis #1 bertajuk “citizen journalism” di Koridor Co-Working Space Gedung Siola lt.3 Jl. Tunjungan No 1 Surabaya.

Kali ini PD IPM Surabaya berkolaborasi dengan Fun Bahasa. Tidak main-main dalam visi mereka untuk menjadikan gen z yang melek literasi. Mereka menghadirkan 3 pemateri kompeten di bidang jurnalistik, yaitu Mohammad Nurfatoni, Pemimpin redaksi (Pemred) PWMU.CO, Ferry Yudi Antonis Saputro, Wakil Pemimpin redaksi (Wapemred) KLIKMU.CO, dan Imam Fawaid, News Presenter Liputan 6 daerah.

Kelas Menulis ini dimulai dan dibuka oleh pembawa acara Ipmawati Marsha Durrotun Nasiha yang sekaligus berpesan kepada peserta agar tetap menjaga prokes dan kebersihan ketika acara, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Founder dari Fun Bahasa, Alfano Septiansyah. Alfano mengapresiasi PD IPM Surabaya dalam mengemban amanah menggalakkan kembali literasi pemuda di zaman milenial ini.

Sesi materi pertama diisi oleh Mohammad Nurfatoni dengan tema pembahasan “Kepenulisan Berita”. Beliau memulai materinya dengan surat Al-Qalam ayat 1, serta Al-Alaq ayat 1 mengenai pentingnya membaca, Beliau mengatakan “Penulis yang baik adalah pembaca yang baik”. Beliau melanjutkan bahwa membaca tidak hanya secara tekstual, melainkan pula kontekstual, bagaimana kita membaca perubahan pada masyarakat, lingkungan, dan sebagainya.

Pada pertengahan materi beliau  membeberkan naluri yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis, yang diantaranya adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keraguan yang mendalam dalam informasi yang diterimanya.

Pada akhir materi, pria lulusan Universitas Briwijaya ini juga mengajak serta membimbing peserta untuk menuliskan 5W+1H pada acara kelas menulis tersebut. Peserta pun sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti arahannya.

Sesi materi kedua diisi oleh Ferry Yudi Antonis Saputro dengan tajuk yang cukup sensitif yakni “Propanda”. Beliau menta’rifkan propaganda merupakan sebuah skema menumpahkan visi atau tujuan dengan doktrin doktrin yang masif dan terstruktur. Beliau mengatakan bahwa di zaman ini banyak sekali doktrin masif terstruktur yang bertujuan menghilangkan kecintaan umat islam terhadap agamanya sendiri.

Beliau pun melanjutkan dengan menyinggung beberapa film propaganda seperti Lone Survivor (2013), 12 Strong (2018), The Kingdom (2007), dan The Black Hawk Down (2001) yang didalam filmnya di design seakan akan islam adalah teroris, penuh kebencian, dan mendiskreditkan perempuan.

Di akhir materi beliau berpesan kepada peserta agar menjadi penulis, content creator, pebisnis, atau apapun yang selalu menyebarkan propaganda positif, dan selalu menyertakan unsur-unsur islam dalam setiap aspek yang digeluti. Sehingga bisa perubahan pada kehidupan yang penuh fitnah dan bahaya ini.

Dilanjutkan pemateri ketiga, seorang News Presenter Liputan 6 Daerah, dan juga mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Imam Fawaid, yang membawa topik pembahasan “Teknik Wawancara”. Beliau menjabarkan beberapa hal yang harus maupun yang dilarang dilakukan oleh seorang wartawan.

Pria kelahiran Sumenep, 20 September 1999 ini pula berpesan agar selalu mengedepankan adab ataupun akhalqul karimah dalam setiap wawancara, seperti memohon maaf terlebih dahulu apabila hendak memotong kalimat narasumber, menanyakan hal-hal yang dinilai pribadi apakah boleh diliput atau tidak, dsb.

Acara yang berjalan dengan baik ini ditutup oleh pembawa acara dan dilanjutkan sesi foto bersama dengan pemateri dan panitia serta anggota PD IPM Surabaya.

Foto bersama setelah acara selesai

Penulis Jundullah Rifqi Prasmanto

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
PODCAST ADVOKASI PC IPM TAMBAKSARI SURABAYA: PELAJAR BELAJAR di ERA PANDEMI