Peringati Sumpah Pemuda, IPM SMAMIV Adakan Youth Festival

IPMSUROBOYO.OR.ID – Rakyat bangsa terutama para anak muda, sukacita menyambut datangnya suatu hari istimewa. Ya, hari Sumpah Pemuda!. Sumpah Pemuda termasuk bagian penting dari tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tepat tanggal 28 Oktober 1928, muda-mudi berbagai daerah berkumpul menjadi satu lalu serentak mengucap ikrar atau janji saat Kongres Pemuda Kedua di Jakarta. Ikrar mereka dianggap sebagai bentuk menegaskan cita-cita Nasional, yaitu mewujudkan berdirinya negara Indonesia merdeka.

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, bidang ASBO (Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) PR IPM SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (SMAMIV) punya ide kreatif yang mendasari pemikiran mereka mengadakan Youth Festival pada Senin (30/10/2023). ‘Youth’ sendiri merupakan kata bahasa Inggris yang artinya pemuda, sedangkan ‘Festival’ artinya perayaan. Jika kedua kata tadi digabung, Youth Festival bermakna perayaan pemuda.

Ketua pelaksana, Putri Indah, menjelaskan bahwa tujuan terselenggaranya Youth Festival adalah untuk meningkatkan nilai persatuan, keberanian, menanamkan karakter cinta tanah air, rasa percaya diri, dan yang terpenting, mengajak remaja supaya berani tampil di muka sehingga mampu mencetak generasi milenial yang berkualitas. “Kita juga anak muda, maka sudah sepatutnya kita perlu ikut aktif berpartisipasi merayakan hari Sumpah Pemuda” ungkap Putri.

Sebelum masuk ke inti acara, terlebih dahulu seluruh murid melaksanakan sholat dhuha dan tadarus Al-Qur’an di masjid layaknya kebiasaan rutin di hari pembelajaran normal. Hal ini bermaksud agar pelajar SMAMIV senantiasa mengingat Allah SWT kapan serta dimana saja mereka berada.

Usai sholat dhuha yang kemudian disusul upacara bendera, siswa-siswi termasuk panitia pelaksana bergegas mengurus segala persiapan Youth Festival. Setiap kelas (kelas 10, 11, 12) memiliki perwakilan sebanyak 2 tim, dan masing-masing tim berisi 2 orang peserta model. Nantinya, semua tim tampil di pertunjukan fashion show menggunakan baju pahlawan di depan khalayak umum.

Seiring pembukaan singkat oleh MC (Master of Ceremony), satu persatu tim berbaris di belakang panggung. Ketika tiba giliran MC mulai memanggil berdasarkan nomor urut, barulah model tim yang dipanggil berjalan sesuai arah karpet merah. Juri yang berada di sisi area akan memberi penilaian dan memutuskan tim siapakah yang juara.

Sepanjang fashion show berlangsung, sorak sorai warga sekolah ramai terdengar. Mereka tampak bersemangat mendukung tim yang mewakili kelasnya, begitu pula model dalam tim yang tak mau kalah menunjukkan aksi terbaik.

Baju yang dikenakan pun sangat totalitas. Ada seragam TNI AD, seragam veteran, seragam jalasenastri (seragam khusus istri prajurit TNI AL), seragam Ir. Soekarno, kebaya Fatmawati (tokoh penjahit bendera merah putih), sampai baju perjuangan yang penuh sobekan dan bercak merah seolah-olah darah lengkap beserta bambu runcing sungguhan. “Konsepnya unik banget. Kita disuguhkan dengan pakaian-pakaian pahlawan beragam diiringi gaya jalan yang menarik perhatian” puji penonton kelas 10, Ahmad Rifai.

Peserta model fashion show dari kelas 12, Feny Serenity, juga memuji antusiasme pihak sekolah sebab turut andil memperingati hari yang bersejarah ini. Menurutnya, fashion show Youth Festival dapat menjadi kesempatan untuk terus membangkitkan semangat nasionalisme dan mengenang jasa pejuang masa terdahulu hingga pejuang masa sekarang. “Semoga kita sebagai calon penerus bangsa bisa selalu mencerminkan rasa cinta dan hormat yang besar kepada tanah air Indonesia, salah satunya melalui perayaan hari Sumpah Pemuda” ujar Seren.

Setelah break sejenak yang dihibur penampilan band musik, tibalah waktunya mengumumkan juara dan kostum terbaik. Walau banyak tim tak berhasil menang, mereka tetap senang atas hasil keputusan juri. Tidak ditemukan iri, dengki, atau permusuhan, karena sejatinya tujuan utama Youth Festival memang bukan sebagai perlombaan.

Guru PPKN sekaligus juri model fashion show, mengapresiasi kreativitas IPM yang membuat acara serta kreativitas para model yang sukses menumbuhkan kembali semangat perjuangan melalui pakaian khas Nasional. Menurut beliau, Youth Festival dinilai efektif mendidik siswa-siswi SMA Muhammadiyah 4 Surabaya agar mengetahui jasa para tokoh pahlawan saat momen Sumpah Pemuda.

Indonesia butuh kader-kader yang kuat, tangguh, dan punya tekad memajukan negeri. Kemajuan suatu bangsa terletak di genggaman pemudanya. (*)

Penulis: Alessandra Maura Raihanna

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Tingkatkan Daya Kritis dengan Membaca