Tingkatkan Keimanan Kader, IPM Sawahan Adakan Tadarus Makna

IPMSUROBOYO.OR.ID – Pada Jum’at, 23 Desember 2022 PC IPM Sawahan mengadakan tadarus Al-Kahfi bersama Remas Nurul Islam yang bertempatkan di Masjid Nurul Islam. Adapun tujuan dari PC IPM Sawahan terkhusus bidang Kajian Dakwah Islam mengadakan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kembali semangat mengaji dan mempelajari Al-Qur’an terutama di kalangan anak muda. Hal ini yang kemudian menjadi perhatian, dimana mengaji merupakan salah satu cara untuk menjaga keimanan agar tetap stabil. Selain memperoleh ketenangan hati, dengan membaca Al-Qur’an kita dapat mengetahui makna dari bacaan serta mengilhami makna tersebut.

Dimulai setelah isya, Dihadiri oleh teman-teman dari remas. Dalam kondisi peserta yang sudah menunggu dan antusias. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Ngaji al kahfi sampai ayat secara bersama-sama. Serta membedah ayat al-maun. Karena melihat kondisi peserta yang baru mengetahui muhammadiyah. Diskusi sharing. Alasan berdiri muhammadiyah dari surat al maun. Fokus, menyimak. Peserta dari smp dan sma.

Acara dimulai setelah isya’ dimana menurut Ghifari Isthofani, selaku pemantik menyampaikan, ia senang melihat peserta antusias sembari menunggu acara dimulai. Selain mengaji Al-Kahfi, dalam kegiatan tersebut juga dimasukkan bedah ayat. Ayat yang dibedah kali ini adalah surat Al-Ma’un. Karena dirasa pemuda saat ini perlu lebih memahami Muhammadiyah. Dimana Al-Ma’un merupakan surat yang menjadi awal pergerakan Muhammadiyah.

Harapanya dengan adanya bedah ayat peserta mendapatkan ilmu baru mengenai gerakan Muhammadiyah diawali dengan gerakan sosial. Selain itu, kalau melihat kilas balik sejarah, landasan KH. Ahmad Dahlan untuk mengawali gerakan sosialnya merupakan cerminan dari surah Al-Ma’un. Karena pada saat itu kondisi sosial di masyarakat kauman cukup senjang dan kurang wawasan agama. Disamping itu, harapanya dengan adanya bedah ayat peserta dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah muhammadiyah dari surat Al-Ma’un serta dapat mempraktekanya di kehidupan sehari-hari.

Sebagai pemateri, Ghifari Isthofani selaku sekretaris bidang kajian dakwah islam PD IPM Surabaya berharap agar mereka tetap semangat dalam ber-ipm serta meramaikan masjid. Karena sejatinya pemuda adalah ujung tombak semangat peradaban serta generasi pencerah untuk meneruskan dakwah-dakwah muhammadiyah.

Rajinder Ghandi Sanjay sebagai perwakilan dari PC IPM Sawahan dalam acara ini, juga memaparkan bahwa “Mengaji bukan hanya sekadar mengaji, tetapi jugasebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah SWT karena telah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup. Cukup prihatin melihat anak muda zaman sekarang mengesampingkan mengaji Al-Qur’an, karena mengaji juga sebuah kebutuhan seperti salat walaupun mengaji bukanlah kewajiban. Semoga kedepanya anak muda dapat meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an walau hanya satu atau dua ayat.” Tutupnya

Penulis: Marsha Durrotun

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Live Streaming Radiomu, Pembukaan Musda XX PD IPM Kota Surabaya dan Penutupan Fortasi se-Kota Surabaya