Tanpa Stigma

Oleh: Ayu Dwi Nur Anggraini

Bendahara Umum PC IPM Krembangan

Sudah tau kah kamu apa yang sedang ramai saat ini?

(17 pria perkosa perempuan 16 tahun bergilir) Ini gila! Ini sakittt! Lalu yang paling tidak bisa di percaya adalah masih banyak yang berasumsi bahwa ini adalah salah si perempuan.

Haii manusia-manusia pengguna media sosial, sudah merasa paling benarkah kamu setelah berkomentar demikian? Sudah taukah kamu apa yang sebenarnya terjadi? Ayo kita coba kupas sedikit,

Mengapa bisa seorang perempuan memilih berkawan ramai-ramai dengan para pria? Mengapa ia tidak keberatan berada diantara banyak pria sedangkan ia satu-satunya yang berbeda lawan jenis? Apakah ia tidak takut akan menjadi korban mesum dari salah satu atau mereka semua?

Begini,

apakah boleh aku menanyakan dulu padamu tentang tujuanmu berkawan?

Bukankah sebagian orang ada yang berkawan karena mereka sudah saling nyambung ngobrolnya dan ada pula yang berkawan hanya karena ia memiliki sebuah kepentingan?

Lalu menurutku, semua orang memang sudah punya hak untuk berkawan dengan siapa saja, semua orang tau batasan seperti apa yang harus di sepakati ketika berkawan, semua orang akan bisa menerima orang lain ketika diantara mereka sudah terjalin komunikasi yang intensif dan jelas. Jadi, tidak peduli perempuan atau pria kalau memang nyambung ngobrolnya, punya tujuan yang sama, dan dari dua pihak sama sama tau batasannya maka menurutku ya sah-sah saja berkawan.

Perihal kasus ini, jangan buru-buru menyalahkan si korban, jangan buru-buru pula menyalahkan si pelaku, intinya jangan terburu-buru menyimpulkan berita yang kamu baca. Sebab, jika kamu hanya mengetahui itu dari satu sumber, nampaknya itu belum cukup bagimu untuk langsung memberi asumsi dan menyalahkan salah satu pihak. Siapapun orangnya, pasti tidak pernah punya bayangan bahwa ia akan menjadi korban.

Masih ingatkah kamu dengan berita seorang pria yang diperkosa oleh 2 perempuan? Dari sini pun kita bisa tau bahwa apapun gendernya ia bisa menjadi pelaku dan korban, kejahatan seseorang tidak harus melulu di pandang dari gendernya, sebab tidak ada yang salah dengan gender itu, yang salah adalah isi otak manusianya. Karena kejahatan akan selalu muncul ketika seseorang sudah punya niat untuk berbuat jahat.

Kita tidak tau seperti apa model guyonan mereka saat sedang kumpul, kita tidak tau seperti apa alasan si perempuan berkawan dengan banyak pria, kita pun tidak tau apa alasan mereka melakukan perbuatan mesum ini. Baiknya, sebagai pengguna media sosial yang bijak dan pandai mari sama-sama menjaga sikap dan komentar kita sebagaimana mestinya, apalagi si korban masih berusia di bawah 17 tahun yang artinya masih usia seorang anak dan ada haknya yang perlu kita tau bahwa masih di lindungi oleh undang undang.

Akhir kata, pesanku,

Jangan mudah menilai orang lain dari sudut pandang orang lain pula, buang kebiasaan burukmu yang selalu mengikuti orang lain menyalahkan si korban, tetaplah menjadi pengguna media sosial yang bijak dan semoga kamu bisa menjadi manusia yang bermanfaat.

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
FORTASI SMAMDA: Ajak Berbijak pada Media