Statement Bungkus Plastik dan Lamaran


IPMSUROBOYO.OR.ID – Pernah nggak kalian membeli sesuatu di toko keloncong atau di pasar sewaktu kalian menolak barang kalian dibungkus? lalu keluar celetukan “pamali kalau nggak dibungkus ntar gak dapat lamaran”… batin hati yang dalam bilang apa urusannya si antara bungkus dan lamaran? emang jodoh tergantung bungkus barang? Toh yaa yang penting barang kita bukan bungkusnya!

Sampai situ saya selalu bertanya-tanya sejak kapan dan kenapa ada statement mengenai seperti itu, kita beli barang dan tidak dibungkus karna kita tau untuk mengurangi sampah plastik yang susah diuraikan. Berdasarkan jurnal mahasiswa UIN Maliki Ibrahim menjelaskan bahwa sampah adalah kasus paling serius yang harus ditanggangi dan sampah plastik kasus yang banyak menjadi perbincangan.

Plastik pun harus melewati 4 tahapan untuk dapat diuraikan yaitu :1) pengepulan, 2) penyortiran, 3) pengepakan, dan 4) pendistribusian. Dari empat tahapan itu kita bisa pengelompokkan berbagai sampah plastik.

Sampai sini mungkin masih bertanya-tanya ribet jugaa ya sampah plastik itu. (Saya tidak menjelaskan banyak mengenai plastik karna pembaca lebih cerdas dari pada saya, coba sekarang buka google kalian ketik “sampah plastik“)


Tunggu, saya disini bukan memandang sudut pandang ilmiah saya tapi saya juga bertanya kepada orang-orang yang nyeletuk statement itu , “Emang nyambung ya Bu, bungkus dengan lamaran”

Ibu jawab “Udah kamu masih muda gatau tentang gitu tinggal bungkus terus nanti dapat lamaran pada waktunya” jawaban yang tak masuk akal menurut saya. Kemudian saya juga bertanya ke teman saya yang sudah married, ‘dulu kau suka beli barang ditoko keloncong dibungkus sampai akhirnya dapat lamaran lalu nikah?’ jawaban teman saya “gaada nyambungnya antara bungkus dan lamaran”.

Sampai sini mungkin bisa dimengerti ya, disini saya bukan manusia anti plastik tapi sedang mengusahakan meminimalisir sampah plastik karna saya juga sadar lingkungan saya masih banyak yang menggunakan plastik, selangkah lebih awal dapat membuat perubahan (gitu kata para motivator). sekian dari saya terimakasih sudah membaca keresahan saya. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/ijc/article/viewFile/27347/11181

Penulis: Nur Rizki Larasati

Sekretaris Umum PC IPM Simokerto, Komunitas Sahabat Literasi

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Peringati HAKORDIA, SMP Musix Sidak Pasar Kedurus