Pelajar Underground

IPM sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di ranah pelajar ini merupakan organisasi yang seringkali dianggap bahwa mereka yang bergabung dengan IPM adalah pelajar yang “sudah baik” namun faktanya adalah IPM ini merupakan tempat kami untuk berproses bersama dari yang belum baik untuk kemudian saling bahu-membahu memperbaiki diri dan belajar tentang banyak hal dengan dibarengi menjalankan amanah yang sudah dititipkan. Berdakwah kepada masyarakat marginal merupakan upaya kami untuk mendapatkan kader non muhammadiyah dan non sekolah yang tetap dengan batas kemampuan kami. Sebab untuk mengajak orang untuk berlomba-lomba ke kebaikan memanglah tidak mudah, namun tentunya akan ada satu masa orang-orang ini bersedia dengan sepenuh hati melakukan kebaikan.

Pelajar Underground merupakan bagian dari anak muda yang Aktifitasnya seringkali dianggap tidak baik dan kerap mendapat stigma buruk, maka dengan menggandeng pelajar underground ini IPM Krembangan memiliki maksud dan tujuan untuk membuktikan bahwa tidak semua pelajar yang akrab dengan kenakalan ini selamanya akan menjadi anak yang dipandang buruk. Dengan mengenalkan muhammadiyah lewat perkopian dari warung ke warung dan diskusi kecil yang membahas tentang isu-isu yang sedang hangat baik di pelajar maupun lingkungan sekitar merupakan upaya kami untuk mengkader pelajar ini supaya bisa turut serta berpartisipasi dalam menghidupi muhammadiyah dengan kemampuan yang terbatas ini.

IPM Krembangan memiliki dakwah cultural yang bisa dikatakan berbeda dari cabang lainnya dalam sistem pengkaderisasiannya, sebagai pelajar tentunya kami memiliki kapasitas dakwah yang tidak bisa disamakan dengan ayahanda di pimpinan muhammadiyah yang terdahulu maupun sekarang. Seringkali kita memaknai bahwa berdakwah tempatnya adalah di tempat-tempat suci yang semua orangnya adalah orang-orang yang siap mendengarkan lantunan ayat suci maupun dakwah langsung dari ustadz yang sudah dikenal baik oleh orang-orang itu, namun faktanya adalah strategi berdakwah pada anak-anak muda ini tidak bisa disamakan dengan strategi yang terdahulu sebab mereka para pelajar dan juga anak muda ini seringkali tidak siap apabila mendengarkan ceramah tentang agama yang berkepanjangan. Mendekati mereka dengan cara memasuki dunianya adalah langkah awal kami untuk mengkader.

Suka dan duka dalam berdakwah di ranah pelajar ini akhirnya berbuah hasil yang baik, salah satu contohnya adalah mereka yang kerap kali dianggap tidak mungkin bisa menjadi anak baik akhirnya kini bisa membawa teman-temannya berdiri tegap sambil membawa bendera persyarikatan tercinta ini.

Oleh: Agung Wahyu Nugroho
Editor: Handie Pramana Putra

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Diskusi Suantuy : PC IPM Sawahan “Kami Belum Tentu!”