IPM itu Pragmatis

Perkembangan zaman merupakan hal yang tak bisa dihindari. Pertanyaannya, bagaimana pelajar terkhususnya IPM mengikuti atau menjawab perkembangan zaman itu sendiri? Apa goals dari menjawab perkembangan zaman? Benarkah IPM itu Pragmatis?

Secara etimologi, pragmatis berasal dari Bahasa Yunani yakni pragmatikos, yang artinya cakap dan berpengalaman di bidang hukum, dagang, dan perkara negara (Wikipedia). Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memiliki basis massa yang sangat besar. Maka ketika IPM memiliki basis massa yang besar, lebih mudah untuk menggerakkan dan mengorkestrasi massanya. Dapat melalui struktural, atupun kulturalnya. Ada beberapa penjabaran yang menarik dari pragmatis diatas.

Dibidang hukum, IPM dapat berdiri dalam hukum yang membenarkan bahwa pelajar, adalah individu yang mutlak harus mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak pasal UU yang mengatakan bahwa warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran dalam rangka meningkatkan kualitas hidup seperti pasal 12 dan 60. Bahkan IPM juga memiliki AD/ART. Ketika para pelajar menyuarakan hak-haknya, sering kali kaum terpelajar ini mendapat perilaku yang tidak sepantasnya. Maka IPM hadir untuk memberikan bantuan hukum untuk pelajar melalui Advokasinya.

Dagang. Apakah pelajar sudah harus berdagang? Namun praktek di lapangan menampakan, bahwa pelajar kini makin berkompetisi dalam berdagang, apakah itu salah ? tentu tidak. Bahkan ketika Nabi Muhammad SAW. saja sudah berdagang sedari ia muda. IPM memiliki bidang PKK yang menggelorakan kewirausahaan. Sehingga banyak lahir wirausahawan pelajar yang menciptakan wadah wirausaha seperti Wani Store dan Saudagar Pelajar.

Perkara Negara. Bangsa kita saat ini sedang berjuang untuk menuntaskan perkara pandemi, lantas bagaimana perkara pelajar? Perkara pelajar apakah juga bukannya perkara negara? Maka IPM hadir untuk menyelamatkan pelajar. Gerakan-gerakan keilmuan, advokasi, dan pemberdayaan terhadap masyarakat, merupakan langkah dan jawaban IPM untuk perkara negara di ranah pelajar.

Pragmatis memang mengutamakan kepraktisan dan manfaat bagi umum. Namun yang menjadi titik fokus IPM adalah bagaimana gagasan, ide, pernyataan, itu berpandangan untuk kepentingan pelajar. Gagasan-gagasan, dan pernyataan sikap IPM sudah jelas menunjukan pragmatismenya. Narasi keilmuan IPM itu sebetulnya bisa dianggap doktrin untuk kader-kader IPM selanjutnya, agar dapat memunculkan daya nalar dan daya kritisnya agar lebih tajam menjawab tantangan zaman.

Penulis : Abraham Adimukti
Editor : Handie Pramana Putra

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
ASBO Surabaya Launching Aliansi Musisi Pelajar Muhammadiyah Surabaya