Apa jadi Fortasi di Tengah Pandemi

Bulan Juli adalah bulan yang keramat bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Beberapa tanggal dibulati merah, sebagai penanda rapat dan memulai serangkaian program yang besar ditengah bulan.

Kausal pertama, adapun kita akan memasuki bulan bersejarah dibentuknya Ikatan Pelajar Muhammadiyah pertama kali di dunia pada 18 Juli. Dengan setiap bentuk “Spirit Milad” yang dimiliki Pelajar Muhammadiyah, di berbagai tempat dan dari berbagai pimpinan IPM memulai merangkai aneka persembahan sebagai kado mereka terhadap “Ikatan” yang dinaungi. Dan Spirit tersebut pada tahun 2020 ini dirangkum dalam tajub “Berkarya Bersama, Cerahkan Semesta”.

Kausal kedua, “Dengan membaca hamdallah saya nyatakan fortasi 2020 Ikatan Pelajar Muhammadiyah Surabaya ditutup”. Kutip kata-kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya diakhir sambutannya pada acara Penutupan Fortasi 2020 dan Resepsi Milad IPM ke-59 kemarin lusa (24,Juli). Momentum Penutupan Fortasi ini menjadi puncak dan bentuk evaluasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surabaya, khususnya pada bidang perkaderan yang telah melakukan serangkaian pendampingan pada Pimpinan Ranting Sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya atas terlaksananya Fortasi 2020.

Nampak berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini kader-kader IPM se-Indonesia mengerahkan seluruh daya dan upaya baru guna melaksanakan program pintu masuk menjadi Pelajar Muhammadiyah tak terkecuali kader di Surabaya. “Forum Ta’aruf Siswa kali ini cukup membuat teman-teman perkaderan kita di ranting sekolah berkeringat untuk memasak konsep baru ditengah tuntutan suasana pandemi seperti ini.” kutip pendapat Ketua Bidang Perkaderan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Surabaya Ipmawan Hida.

Selepas seminggu berkeliling dari sekolah ke sekolah dalam rangka penyerapan aspirasi grassroot secara langsung, kami dapati bahwa konsep Fortasi ranting sekolah di Surabaya dikemas menarik dan heterogen. “Fortasi di sekolah kami yang berbasis bakat berusaha dengan baik mengakomodir minat teman-teman siswa baru melalui penugasan yang berbasis bakat interpersonal.” pungkas Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ranting SMAM X Ipmawan Benoit Hakeem Al-Riso

13 Juli menarik karena momen fortasi online ini, seolah-olah menjadi start tiap bidang perkaderan Ranting Sekolah Muhammadiyah Surabaya “Unjuk Gigi” memunculkan ciri khas dan inovasi masing-masing Sekolah. “Dari konsep ekologi, literasi, pendampingan teman sebaya, dan entrepreneurship dapat saya temukan dari berbagai sekolah di Surabaya.” Kutip pendapat Kader bidang Perkaderan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Surabaya Ipmawan Esa Febrianto.

Fortasi bulan Juli ditengah pandemi menjadi refleksi nyata Ikatan Pelajar Muhammadiyah Khususnya di Kota Surabaya dalam mengawal tujuan mulia Terbentuknya Pelajar Muslim yang berilmu,  terampil, dan berakhlaq mulia.
– Salam Hangat Bidang Perkaderan PD IPM Surabaya

Penulis : Moch. Hidayah Tulloh
Editor : Handie Pramana Putra

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Dua Musyran Dalam Sehari, IPM Krembangan Siap Lanjutkan Dakwah Kultural