ADA BAHAGIA DI HARI RAYA IDUL ADHA

Hari Raya Idul Adha atau yang seringkali di kenal dengan Hari Raya Besar bagi sebagian orang ini masih tetap akrab dengan nuansa yang selalu di sambut dengan suka cita penuh bahagia bagi banyak orang. Sama halnya dengan Hari Raya Idul Fitri yang memiliki makna bahwa setiap manusia kembali ke fitrahnya, maka di Hari Raya Idul Adha ini maknanya adalah setiap manusia kembali diajarkan untuk ikhlas dan membangun kembali hubungan baik antar sesama manusia (hablumminannas).

Sebagai umat muslim, tentunya kita tidak lupa dengan sejarah pada zaman nabi yang akhirnya menjadi sebuah peringatan hari besar bagi umat muslim ini. Tentang kisah Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan anaknya untuk disembelih sebagai bentuk kepatuhannya kepada Allah Swt. dan Nabi Ismail dengan lapang dada menerima hal itu. Namun Allah berkehendak lain, atas kuasa-Nya Nabi Ismail pun diganti dengan seekor domba untuk di sembelih.

Lalu setelah peristiwa itu, muncullah dalih-dalih yang menjelaskan bahwa berkurban itu menandakan bahwa kita telah ikhlas memberikan apa yang kita punya untuk di kembalikan kepada yang Maha Memiliki. Dan dari peristiwa itu pula akhirnya seluruh umat muslim yang memiliki rezeki lebih selalu mengikhlaskan uangnya untuk diganti dengan seekor sapi ataupun kambing yang akan di sembelih dan kemudian dagingnya diberikan kepada fakir miskin maupun kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dimasa yang saat ini sedang sulit dan banyaknya kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu untuk merasakan makan daging sapi dengan harga yang tinggi itu akhirnya telah Allah beri kenikmatan dengan adanya orang dermawan yang memberikan daging hewan kurbannya untuk mereka. Maka segala puji dari mereka telah dipanjatkan untuk Allah dan orang-orang baik ini seraya berdoa semoga di tahun mendatang mereka mendapat rezeki yang lebih agar bisa turut serta berkurban.

Maka dari sinilah makna kurban yang sebenarnya, adanya manusia yang mengerti akan keadaan saudaranya lalu dibantu tanpa menunjukkan bahwa ia adalah orang yang telah memberi. Dari berkurban pula kita jadi tau dan belajar tentang makna berbagi apa yang kita punya untuk dinikmati oleh banyak orang lainnya yang belum pernah merasakan bahagianya kita memiliki itu semua. Dan dengan berkurbanlah kita akan menjadi manusia yang dalam sekejap waktu telah memperbaiki hubungan dengan hablumminannas dan hablumminallah.

Penulis : Ayu Dwi Nur Anggraini
Editor: Handie Pramana Putra

IPM Televisi

Sosial Media Resmi

More Stories
Surga untuk PSK